Berita Hawzah – Menyusul terjadinya serangan bersenjata terhadap sebuah upacara keagamaan Yahudi di kota Sydney, Australia, Hujjatul Islam wal Muslimin Sayyid Abulqasim Razavi, Imam Jumat Melbourne, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia mengecam keras serangan itu dan menegaskan bahwa segala bentuk teror dan kekerasan terhadap warga sipil merupakan tindakan yang tercela dan tidak dapat diterima.
Beliau menekankan bahwa menargetkan manusia tak bersalah bertentangan dengan ajaran Islam, nilai-nilai kemanusiaan, dan prinsip-prinsip etika universal. Ia memperingatkan bahwa tindakan kekerasan semacam ini hanya akan memperluas kebencian, menciptakan ketidakamanan, dan memperdalam instabilitas sosial.
Imam Jumat Melbourne itu pada akhir pernyataannya menyeru masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas dan bersatu dalam menghadapi seluruh bentuk terorisme dan kekerasan, serta melakukan langkah-langkah efektif guna mewujudkan perdamaian, keamanan, dan kehidupan berdampingan secara damai di seluruh dunia.
Berdasarkan laporan media, serangan ini terjadi di kawasan pesisir Bondi, Sydney, bertepatan dengan pelaksanaan upacara keagamaan Yahudi dalam rangka perayaan Hanukkah. Penembakan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan materi, serta menewaskan dan melukai sejumlah peserta. Beberapa media berbahasa Ibrani dan Australia melaporkan adanya jumlah korban yang signifikan.
Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, merujuk pada temuan awal, menggambarkan insiden ini sebagai kemungkinan serangan teroris dan menyatakan bahwa tindakan tersebut tampaknya dilakukan dengan menargetkan komunitas Yahudi. Kepolisian Australia juga mengonfirmasi dimulainya penyelidikan luas untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, seraya menegaskan bahwa mereka belum dapat memberikan pernyataan final mengenai motif dan rincian pasti serangan tersebut.
Your Comment